aby's posts with tag: artikel

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Blog EntryDiam Itu EmasNov 25, '07 11:27 AM
for everyone


 

Diam Itu Emas (Diam Aktif)

 

Orang diam itu bukan berarti bodoh. Orang diam itu bukan berarti bisu. Orang diam itu bukan berarti ga bisa apa-apa. Orang diam itu bukan berarti tidak punya bahan untuk diomongkan. Orang diam itu bukan berarti tidak maju. Orang diam itu buka berarti kalah. Mungkin ada diantara banyak orang disekitar kita yang suka memilih diam, daripada terlalu banyak ngomong tapi tidak bermanfaat. Bisa jadi orang itu memilih diam karena diam itu membuat hatinya damai dan merasa tidak akan menyakiti perasaan orang lain dalam berbicara. Dalam arti lain takut salah ngomong, menyinggung perasaan orang lain hingga orang lain itu merasa tersakiti. Atau lebih baik diam untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dan memilih ngomong seadanya yang perlu-perlu. Mungkin saja.

 

Dalam upaya mendewasakan diri, salah satu langkah awal yang harus

dipelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga

juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan

Rasulullah saw, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir

hendaklah berkata benar atau diam.", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

 

1. Jenis-jenis Diam

 

Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada

yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi

masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada

diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:

 

  a. Diam Bodoh

  Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini

  bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau

  kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini

  jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.

 

  b. Diam Malas

  Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan

  perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak

  berselera atau malas.

 

  c. Diam Sombong

  Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan

  anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.

 

  d. Diam Khianat

  Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain.

  Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam yang

  keji.

 

  e. Diam Marah

  Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jah

  lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh

  suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi

  tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini

  juga menambah masalah.

 

  f. Diam Utama (Diam Aktif)

  Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran

  dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap

  menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding

  dengan berbicara.

 

2. Keutaam Diam Aktif

 

  a. Hemat Masalah

  Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang berpeluang

  menimbulkan masalah.

 

  b. Hemat dari Dosa

  Dengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis,

  terhindar dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.

 

c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang

  Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur

  atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati

  kita.

 

  d. Lebih Bijak

  Dengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yang baik,

  diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih

  mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.

 

  e. Hikmah Akan Muncul

  Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam

  aktif adalah bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang

  cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati, lisan,

  serta sikap dan perilakunya.

 

  f. Lebih Berwibawa

  Tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam aktif akan

  menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan untuk

  mempermainkan atau meremehkan.

 

Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal,

seperti:

  1.      Diam dari perkataan dusta

  2.      Diamdari perkataan sia-sia

  3.      Diam dari komentar spontan dan celetukan

  4.      Diam dari kata yang berlebihan

  5.      Diam dari keluh kesah

  6.      Diam dari niat riya dan ujub

  7.      Diam dari kata yang menyakiti

  8.      Diam dari sok tahu dan sok pintar

 

Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula

Allah ridha hingga akhir hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini

diperkenankan untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik

perkataan yaitu kalimat tauhiid "Laa Ilaha Illallah" puncak perkataan yang

menghantarkan ke surga. (dari berbagai sumebr/net)

 


Blog EntryRahasia HatiNov 9, '07 12:30 AM
for everyone

 

 

Allah swt. itu Maha Tahu. Maha segala-galanya. Kita tahu bahwa apa yang ada di dunia ini adalah ciptaan-Nya. Tak terkecuali. Termasuk hati yang dimiliki oleh manusia. Ketika Allah swt. akan menyimpan rahasia untuk manusia, para malaikat mengusulkan untuk menyimpannya di puncak gunung, di dasar laut, atau di manapun yang sulit dijangkau manusia. Namun Allah swt. berkata tidak. Akirnya, bahwa tempat yang paling rahasia paling aman adalah di hati.Di sekeping daging merah inilah manusia menyimpan rahasia ruang dan waktu sepenggal hidupnya.

Di saat hati sedang bahagia manusia bisa menangis. Ketika hatinya sedang terluka manusia bisa tersenyum. Itulah hati manusia. Kita tidak dapat menyelaminya. Kita hanya bisa melihat dari luarnya saja, isi hatinya hanya manusia yang mempunyai hati itu saja yang bisa mengetahui isi hati yang sedang ia rasakan.

Terkadang manusia lupa menyelami hatinya hingga paling dasar. Apakah di sana menemukan duri atau malah menemukan sebuah penjara di sana. Mungkin kita sering terluka oleh kelakuan seseorang  yang membuat kita sakit atau kecewa. Namun, kita hanya diam membiarkan sakit itu bersarang di hati. Padahal kita merasa tidak nyaman bila bertatap muka atau bertemu tanpa sengaja dengan orang tersebut. Dan di saat orang itu sedang bahagia, kita merasa iri mendoakan agar orang itu segera mendapatkan musibah. Dan ketika itu benar-benar terjadi, kita malah bersyukur. Akuilah dengan jujur, bahwa kita pernah merasakan hal yang tidak manusiawi. Bisa di bilang perang dingin atau dendam yang terselubung. Dengan seiring waktu, mungkin semua akan sembuh dengan sendirinya. Tapi, berapa lama kita menunggu? Sedang kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput.

Mungkin susah bagi kita untuk mendamaikan hati. Jika kita menghitung sesuatu dengan akal, maka hati kita belum tentu bisa dikalkulasi. Si lemah hati akan mebiarkan hatinya terus terpuruk. Dan si gelap hati akan mendendam rasa dan tidak pernah memaafkan. Sedang yang beruntung adalah ia yang sedang diberi cobaan, ia ridha, ikhlas dan ia segera berusaha untuk sabar dan bangkit dari segala yang tidak mungkin ia miliki. Ia juga tetap mensyukuri, bahwa apa pun yang terjadi semua baik untuknya saat itu. Karena, apa yang menurut kita baik belum tentu baik di mata Allah swt. Yang Maha Mengetahui, sedang kita tidak tahu.

Hati kitalah yang memiliki. Ia ada di dalam dada dan di hati ini pula nurani kita tersimpan. Namun, kita sering mengingkari nurani melakukan perbuatan yang kita tahu itu salah. Hari ini kita senang terhadap sesuatu, belum tentu esok kita akan menukainya bahkan kita akan mneyesalinya. Sungguh, Allah swt. Tuhan Yang Berkuasa membolak-balikkan hati manusia.

 


Blog EntryKritik Menuju KebaikanJun 19, '07 11:18 AM
for everyone
Bagaimana perasaan kita bila tiba-tiba ada orang yang berkata "Aku akan mengkritikmu". Tentu ada perasaan yang tidak enak, seakan-akan bakal ada penyerangan yang mendadak mengganggu kehormatan kita. Kritik dianggap sebagai penghinaan yang akan menurunkan harga diri dan mencemarkan nama baik. maka muncullah reaksi yang atau sikao kita untuk membela diri daripada menikmati kritk. Itulah sikap kita terhadap kritik.

Akan tetapi akan beda halnya bila ada orang yang berkata "Aku akan memberimu kripik". Maka spontan wajah kita akan berseri-seri menerimanya. Senang perasaan kita karena di beri kripik yang akan bisa menjadi teman makan nasi yang nikmat.


Disinilah bedanya antara kritik dan kripik. Tapi yang terpenting bukan itu. yang penting ialah mengapa sikap kita yang muncul berbeda terhadap kedua hal tersebut? Yang pertama kita cenderung sungkan menerima bila menerima. Yang kedua sering kita cari.

Sebenarnya kritik dan kripik dianggap sama bila persepsi kita tentang kritik itu kita benahi. Bila kata-kata kritik menjadi sebagian dari keseharian yang kita nikmati sama halnya kita menukmati kritik. Kritik seharusnya juga sesuatu yang perlu di akrabi dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa kritik orang tidak akan maju.

Dalam menerima kritik kita juga harus punya trik tersendiri. Kita harus bisa memosisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi dan rindu dikoreksi. Seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita terlihat selalu bagus. Kita juga harus belajar menyenagi aktivitas mencari kritikan adn koreksi orang lain. Kita senang terhadap cermin karena kita akn tahu bagaimana keadaan kita. Seperti kita sedang berdandan, tanpa ada cermin mungkin bedak atau rambut yang kita sisir kurang rapi atau masih ada makhluk kecil yang masih menghuni mata kita.

Setelah bercermin maka penampilan kita menjadi berbeda dari sebelum kita bercermin. Yang tadinya rambut kita acak-acakan menjadi cantik dan mata pun cermerlang karena makhluk kecil bisa kita hilangkan. Seperti halnya dengan hati kita terhadap kritik. Persepsi kritik ini akan menjadi baik jika kita tanam di hati kita bahwa
Kritik itu penting
Kritik itu kunci kesuksesan dan kemajuan
Kritik membuka prestasi dan membuka derajat.

Jadi, kritik merupakan jalan untuk membuka sesuatu untuk menjadi lebih baik guna mneggapai kasih sayang Allah. Kritik akan bisa memberikan cahaya pada hidup kita yang kekelaman-kekelaman hingga menjadi indah dan mulia, di dunia dan akhirat.

Sungguh tidak layak jika seseorang takut dengan resiko kritikan. sebab, Tidak pernah ada orang yang terhina hanya karena dikoreksi. Justru kehinaan itu ada pada orang yang tak amu memperbaiki diri setelah menerima kritikan. Sebaliknya, orang yang mau memperbaiki diri setelah mendapatkan kritikn akan menjadi lebih mulia dan terpuji. Karena semua yang membuat orang itu tidak disukai orang diperbaiki dengan sebaik-baiknya. Seabab, jauh dari hal-hal yang membuat ia di benci. Ia akan dikenang kebaikan-kebaikannya oleh masyarakat sekitar di sayang dan di senangi.

Kritik adalah bagian dari hidup ayng sangat penting dan sebagai kebutuhan hidup untuk pengembangan pemantapan pribadi. kedatangan kritik menjadi hal yang embahagiakan batin. Bahkan bila ada orang yang akan memberikan kritikan kepada dirinya, wajahnya akan berseri-seri karena akan muncul jalan baru untuk perbaikan diri.Mudah-mudahan kita menjadi orang yang beruntungsebagaimana tersurat dalam Al-Quran surah Al-'Ashr, Demi masa. Sesungguhnay semua manusia itu dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yeng beriman lagi emngerjakan amal sholeh, saling menasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran.

Mudah-mudahan pula Dia senantiasa mendekatkan kita dengan orang-orang mau memberi nasihat d atau kritik dengan tulus ikhlas dan menganugerahkan kita kelapangan hati untuk menerima kritkan. Rasulullah saw, bersabda "Tidak akan pernah masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombonan waalu sebesar biji sawi." Kesombonga adalah salah satu ciri orang yang eremehkan orang lain dan menolak kebenaran.

Nabi Besar Muhamad Saw. Juga berpesan, "Nasihat itu, kritikan itu, merupajkan sedekah yang teramat berharga bagi setiap Muslim." Akhirul kalam, selamat menikmati kritikan. SO! Jangan malu bila di krikitk.

Blog EntryBertengkar Itu IndahJun 13, '07 9:10 PM
for everyone

Email dari temen semoga bermanfaat.

“BERTENGKAR ITU INDAH”

Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, punya Niat untuk nikah.... Bertengkaradalah phenomena yang sulitdihindari dalam kehidupan berumah tangga, kalau ada seseorang berkata: "Saya tidak pernah bertengkardengan isteri saya !"

Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri,atau ia tengah berdusta.

Yang jelas kita perlu menikmati saat-saat bertengkar itu, sebagaimanalebih menikmati lagi sa'at-sa'at tidakbertengkar.
Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja dihantarkandalam muatan emosi tingkattinggi. Kalau tahu etikanya, dalam bertengkar pun kita bisa mereguk hikmah, betapa tidak, justru dalampertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi. Salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala kita bertengkar, dari beberapa perbincangan hingga waktu yang mematangkannya, tibalah kami pada sebuah

Memorandum of Understanding, bahwakalau pun harus bertengkar, maka :
1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama'ah. Cukup seorang saja yang marah marah, yang terlambat mengirim sinyal nadatinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama'ah, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah.

Saya ! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati : "kamumakin cantik kalau marah, makinenergik ..."
Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi...

"duh kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega,maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ...."
Demikian juga kalau pas kena giliran saya "yang olah raga otot muka", saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung adalah sampah, ia harus segera dibuangagar tak menebar kuman, dan saya tidak berani marah sama siapa-siapa kecuali pada isteri saya :) maka kinigiliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah. Pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama'ah, sebab ada sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama'ah selain marah :)

2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa
Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapapun tidak akan suka dinilai denganmasa lalunya. Sebab harapanterbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kitaperlu menjaga harapan, bukan menghancurkannya.

Sebab pertengkaran di antara orang yang masihmempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya.

Kalau saya terlambat pulang dan ia marah, maka kemarahan atasketerlambatan itu sekeras apapunkecamannya, adalah "ungkapan rindu yang keras". Tapi bila itu dikaitkandgn seluruh keterlambatan saya, minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat sayaterpuruk jatuh. Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk penimbun gula), sepedas apapun saya marah, maka ituadalah "harapan ingin disayangi lebih tinggi".

Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan saya", maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups saya telah membunuhnya, membunuh cintanya. Padahalkalau cintanya mati, saya juga yang susah ...

OK, marahlah tapi untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu lalu,dan ia pun milik hari ini .....

3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga ! Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa masa, tapi saya dengan ibudan bapak saya hampir berkalilipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya.

Dan konsep Quran, seseorang itu tidak menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40). Saya tidak akan terpancing marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu saya diajak serta, jangan coba-coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajarmengabaikan siapapun di dunia ininselain dia, karenanya mengapa harus bawa-bawa barang lain ke kancah "awalcinta yang panas ini".

Kata ayah saya : "Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak".
Memarahi orang yang mencintaisaya, lebih diambang pertempuran, tidak usah ditambah-tambah dengan memusuhimertua!

4. Kalau marah jangan di depan anak anak !Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tua nya bertengkar, bingung harus memihak siapa.Membela ayah, bagaimana ibunya.

Membela ibu, tapi itu 'kan bapak saya. Ketika anak mendengar ayah ibunyabertengkar :-

Ibu : "Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datangmain suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!"-

Bapak : "Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan akuharus mencari lebih banyak untukitu, saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda ????!!!!-

Anak : "...... Yaaa ...ibu saya babu, bapak saya kuda .... terus saya ini apa? lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata basi hati kita ???

5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat ! Pada setiap tahiyyat kita berkata : "Assalaa-mu 'alaynaa wa 'alaa'ibaadilahissholiihiin" Ya Allah damai atas kami, demikian juga atashamba hambamu yg sholeh ....

Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai Nya, padahal nyawamu ditangan Nya.

OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti lho itu janji dengan Ilahi .....Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur, Atau maghrib sebatas isya .. . Atau habis isyasebatas....???

Nnngg....... Ah kayaknya kita sepakat kalau habis isya sebaiknya memang tidak bertengkar ... :)

6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema'afkan(Hikmah yang ini saya dapat belakangan, ketika baca dikoran resensi sebuah film). Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah "proses belajar untuk mencintai lebih intens"
Ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki. Ini saja, semoga bermanfa'at, "Dengan ucapan syahadat itu berarti kita menyatakan diri untuk bersedia dibatasi". Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia pintar.
Bye...Bye...(Dari berbagai sumber)


Blog EntrySiapa Yang Tahu Maksud AllahJun 8, '07 12:47 AM
for everyone

 

Siapa yang tahu maksud Allah
Rasulullah pada suatu waktu pernah berkisah. Pada zaman
sebelum kalian, pernah ada seorang raja yang amat dzalim.
Hampir setiap orang pernah merasakan kezalimannya itu.
Pada suatu ketika, raja zalim ini tertimpa penyakit yang
sangat berat. Maka seluruh tabib yang ada pada kerajaan itu
dikumpulkan. Dibawah ancaman pedang, mereka disuruh untuk
menyembuhkannya. Namun sayangnya tidak ada satu tabib pun
yang mampu menyembuhkannya.

Hingga akhirnya ada seorang Rahib yang mengatakan bahwa penyakit
sang raja itu hanya dapat disembuhkan dengan memakan sejenis
ikan tertentu, yang sayangnya saat ini bukanlah musimnya ikan
itu muncul ke permukaan. Betapa gembiranya raja mendengar kabar
ini. Meskipun raja menyadari bahwa saat ini bukanlah musim ikan
itu muncul kepermukaan namun disuruhnya juga semua orang untuk
mencari ikan itu. Aneh bin ajaib.... walaupun belum musimnya,
ternyata ikan itu sangatlah mudah ditemukan. Sehingga akhirnya sembuhlah raja itu dari penyakitnya.

Di lain waktu dan tempat, ada seorang raja yang amat terkenal
kebijakannya. Ia sangat dicintai oleh rakyatnya. Pada suatu
ketika, raja yang bijaksana itu jatuh sakit. Dan ternyata
kesimpulan para tabib sama, yaitu obatnya adalah sejenis ikan
tertentu yang saat ini sangat banyak terdapat di permukaan laut.
Karena itu mereka sangat optimis rajanya akan segera pulih kembali.

Tapi apa yang terjadi? Ikan yang seharusnya banyak dijumpai di
permukaan laut itu, tidak ada satu pun yang nampak..! Walaupun pihak kerajaan telah mengirimkan para ahli selamnya, tetap saja
ikan itu tidak berhasil diketemukan. Sehingga akhirnya raja yang
bijaksana itu pun mangkat...

Dikisahkan para malaikat pun kebingungan dengan kejadian itu.
Akhirnya mereka menghadap Tuhan dan bertanya, "Ya Tuhan kami, apa
sebabnya Engkau menggiring ikan-ikan itu ke permukaan sehingga
raja yang zalim itu selamat;

sementara pada waktu raja yang bijaksana itu sakit, Engkau
menyembunyikan ikan-ikan itu ke dasar laut sehingga akhirnya
raja yang baik itu meninggal?"

Tuhan pun berfirman, "Wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya raja
yang zalim itu pernah berbuat suatu kebaikan. Karena itu Aku
balas kebaikannya itu, sehingga pada waktu dia datang menghadap-Ku,
tidak ada lagi kebaikan sedikitpun yang dibawanya. Dan Aku akan
tempatkan ia pada neraka yang paling bawah !

Sementara raja yang baik itu pernah berbuat salah kepada-Ku,
karena itu Aku hukum dia dengan menyembunyikan ikan-ikan itu,
sehingga nanti dia akan datang menghadap-Ku dengan seluruh
kebaikannya tanpa ada sedikit pun dosa padanya, karena hukuman
atas dosanya telah Kutunaikan seluruhnya di dunia!"

Kita dapat mengambil beberapa pelajaran dari kisah bersayap ini.

Pelajaran pertama adalah: Ada kesalahan yang hukumannya langsung
ditunaikan Allah di dunia ini juga; sehingga dengan demikian di
akhirat nanti dosa itu tidak diperhitungkan-Nya lagi. Keyakinan
hal ini dapat menguatkan iman kita bila sedang tertimpa musibah.

Pelajaran kedua adalah: Bila kita tidak pernah tertimpa musibah,
jangan terlena. Jangan-jangan Allah 'menghabiskan' tabungan
kebaikan kita. Keyakinan akan hal ini dapat menjaga kita untuk
tidak terbuai dengan lezatnya kenikmatan duniawi sehingga
melupakan urusan ukhrowi.

Pelajaran ketiga adalah: Musibah yang menimpa seseorang belum
tentu karena orang itu telah berbuat kekeliruan. Keyakinan ini
akan dapat mencegah kita untuk tidak berprasangka buruk
menyalahkannya, justru yang timbul adalah keinginan untuk membantu
meringankan penderitaannya.

Pelajaran keempat adalah: Siapa yang tahu maksud Allah ?

( kisah diatas diambil dari buku " tutur bersayap ")


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help